Solusiindonesia.com — Presiden Prabowo Subianto menekankan percepatan pembangunan kampung nelayan serta produksi kapal penangkap ikan dalam arahannya kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.
Arahan tersebut disampaikan dalam Taklimat Awal Tahun atau retret kabinet yang digelar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden meminta agar program tersebut segera dipacu karena memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Bapak Presiden meminta percepatan pembangunan kampung-kampung nelayan sekaligus program pembuatan kapal tangkap ikan,” kata Prasetyo di sela kegiatan retret.
Menurut Prasetyo, program Kampung Nelayan merupakan proyek padat karya yang dirancang untuk meningkatkan produksi protein nasional dari sektor perikanan. Upaya ini sekaligus ditujukan untuk memperkuat pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
“Program ini diharapkan mampu meningkatkan produksi protein perikanan sehingga asupan protein rakyat bisa terus ditingkatkan,” ujarnya.
Hingga awal 2026, progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih telah mencapai sekitar 72 persen. Meski sempat menghadapi hambatan akibat cuaca ekstrem di beberapa daerah, pemerintah memastikan proyek tersebut tetap berjalan sesuai target.
Program ini menjadi bagian dari strategi modernisasi permukiman nelayan sekaligus penguatan ekosistem ekonomi kelautan.
Keberadaan kampung nelayan modern tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir serta berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan protein nasional.
Selain itu, Prabowo juga menegaskan pentingnya percepatan berbagai program pemerintah yang berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja. Prasetyo menilai arahan Presiden tersebut bukan teguran keras, melainkan dorongan agar jajaran Kabinet Merah Putih bekerja lebih cepat dan efektif, terutama pada sektor-sektor padat karya.








