Solusiindonesia.com — Para atlet Indonesia menorehkan prestasi gemilang pada ajang SEA Games ke-33 Thailand dengan mengoleksi 91 medali emas, 111 perak, dan 131 perunggu. Capaian tersebut mengakhiri penantian selama 30 tahun bagi Indonesia untuk kembali menembus dua besar klasemen SEA Games saat berlaga di luar kandang.
Sebagai bentuk apresiasi, Presiden RI Prabowo Subianto menyerahkan penghargaan dan bonus secara simbolis kepada para atlet dan pelatih pada Kamis (8/1/2026) sore di Istana Negara, Jakarta.
Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa olahraga merupakan cerminan kekuatan dan keberhasilan suatu bangsa. Atlet yang bertanding membawa nama Indonesia disebut sebagai simbol harga diri dan kebangkitan bangsa di mata dunia.
Presiden Prabowo juga menekankan bahwa bonus dan penghargaan yang diberikan negara bukanlah sekadar bentuk pembayaran, melainkan amanah dan tabungan masa depan atas dedikasi serta pengorbanan atlet dan pelatih demi bangsa dan negara.
Sebelumnya, saat melepas kontingen Indonesia ke SEA Games, Presiden Prabowo memutuskan melipatgandakan bonus bagi peraih medali emas. Atlet perorangan peraih emas menerima Rp1 miliar, perak Rp315 juta, dan perunggu Rp157,5 juta.
Atlet ganda peraih emas memperoleh Rp800 juta, perak Rp252 juta, dan perunggu Rp126 juta. Sementara atlet beregu peraih emas mendapatkan bonus Rp500 juta per orang, perak Rp220,5 juta, dan perunggu Rp110,25 juta.
Tak hanya atlet, para pelatih juga menerima bonus. Pelatih perorangan atau ganda yang atletnya meraih emas memperoleh Rp300 juta, perak Rp126 juta, dan perunggu Rp63 juta. Sedangkan pelatih beregu menerima Rp400 juta untuk emas, Rp189 juta untuk perak, dan Rp94,5 juta untuk perunggu.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo turut mengapresiasi peran ketua umum dan pimpinan cabang olahraga (cabor) yang dinilai berkontribusi besar dalam pembinaan atlet.
“Saya juga berterima kasih pada ketua cabor yang telah membina atlet dengan baik. Tanpa pembinaan yang baik, tidak mungkin bisa berprestasi,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden menegaskan bahwa para atlet dan pelatih membutuhkan lebih dari sekadar ucapan terima kasih. Menurutnya, dukungan nyata harus dibuktikan melalui tindakan konkret dari negara.
“Jangan hanya terima kasih saja, karena gampang bilang terima kasih. Terima kasih tetapi kita benar-benar hormati, hargai jerih payah para atlet dan kita buktikan, kita memberi tabungan untuk mereka,” tegasnya.
Pernyataan Presiden tersebut diamini Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir. Ia menyampaikan bahwa kehadiran langsung para pimpinan cabor di arena pertandingan SEA Games 2025 menjadi bukti nyata dukungan terhadap atlet.
“Saya menyaksikan banyak pimpinan cabor yang hadir, yang menonton bersama-sama di final. Itulah yang Bapak Presiden sampaikan, apresiasi kepada pimpinan cabor yang benar-benar peduli dan hadir mendorong atletnya,” ujar Menpora Erick.
Menpora menegaskan bahwa pemerintah dan pengurus cabor tetap memberikan apresiasi kepada seluruh atlet, baik peraih emas, perak, maupun perunggu. Namun ia mengakui bahwa medali emas memiliki bobot lebih dalam perhitungan peringkat multievent.
“Bukan tidak mengapresiasi perjuangan atlet peraih perak dan perunggu. Tapi dalam hitung-hitungan ranking multievent, yang dihitung adalah emasnya,” jelasnya.
Menurut Erick, dukungan tersebut juga terlihat saat para pejabat dan pimpinan cabor ikut memberi semangat langsung kepada atlet di berbagai pertandingan.
“Dalam realitas kompetisi multievent, yang dihitung pertama adalah medali emas. Artinya kita semua harus berpikir emas terlebih dahulu,” tegasnya.
Acara penyerahan bonus simbolis ini turut dihadiri para ketua umum cabang olahraga, di antaranya Erlangga Hartarto, Luhut Binsar Pandjaitan, Sugiono, Rosan Roeslani, Listyo Sigit Prabowo, Arsjad Rasjid, Fadil Imran, Imam Sudjarwo, Yenny Wahid, serta sejumlah pimpinan cabor nasional lainnya.








