Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Nasional

Gus Ipul Haru, Sebut Program ‘Sekolah Rakyat’ Prabowo sebagai Tonggak Sejarah Putus Kemiskinan

×

Gus Ipul Haru, Sebut Program ‘Sekolah Rakyat’ Prabowo sebagai Tonggak Sejarah Putus Kemiskinan

Sebarkan artikel ini
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memberikan sambutan pada peresmian SRT di Banjarbaru Kalsel. Foto: Tangkapan layar

Solusiindonesia.com — Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, tak mampu membendung rasa haru saat meresmikan program Sekolah Rakyat (SR) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026). Dalam momen tersebut, ia menyebut inisiatif ini bukan sekadar bantuan sosial biasa, melainkan sebuah rekayasa sosial untuk memutus rantai kemiskinan di Indonesia.

Peresmian yang berlangsung di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 ini menjadi momen emosional bagi Gus Ipul. Suaranya sempat bergetar saat menutup sambutan, menekankan bahwa program ini adalah warisan penting dari Presiden Prabowo Subianto.

Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan perwujudan nyata dari visi Presiden Prabowo dalam membela kelompok masyarakat yang lemah. Menurutnya, program ini dirancang sebagai sistem yang mampu memberikan kesetaraan bagi anak-anak di seluruh pelosok negeri.

“Kami ingin memastikan gagasan ini dikenang sebagai peristiwa sejarah,” ujar Gus Ipul dengan nada penuh penekanan. Ia menilai Sekolah Rakyat adalah instrumen strategis untuk memastikan negara hadir bagi mereka yang membutuhkan.

Lebih lanjut, Mensos memaparkan bahwa target utama dari SR adalah anak-anak yang berada di wilayah marginal. Program ini diharapkan menjadi “jembatan” bagi generasi muda di daerah terpencil agar memiliki daya saing yang sama dengan anak-anak di perkotaan.

Dalam pidatonya, Gus Ipul merangkai kata-kata puitis yang menggambarkan masa depan anak-anak Indonesia berkat program ini:

“Kelak ketika anak-anak di tepian sungai, lereng bukit, dan sudut-sudut negeri berdiri sejajar di tengah bangsa ini, orang akan berkata pelan: Di masa itu, pernah ada seorang presiden yang menanam harapan dan menamainya Sekolah Rakyat. Presiden itu adalah Jenderal TNI Purnawirawan Prabowo Subianto.”

Penutupan sambutan tersebut menegaskan posisi pemerintah dalam memperkuat jaring pengaman sosial melalui jalur pendidikan non-formal dan terpadu. Gus Ipul meyakini bahwa dengan sistem yang “teruji dan terpuji” ini, kemiskinan ekstrem dapat ditekan secara signifikan.

Program Sekolah Rakyat ini diharapkan tidak hanya menjadi proyek jangka pendek, tetapi menjadi pilar transformasi sosial yang menempatkan harapan sebagai masa depan, bukan sekadar kenangan masa lalu.