Solusiindonesia.com — Komisi XI DPR RI bersiap menggelar uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) untuk mengisi kursi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) yang ditinggalkan oleh Juda Agung. Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menegaskan bahwa seluruh proses pemilihan berjalan sesuai rel konstitusi dan regulasi yang berlaku.
Terdapat tiga nama yang diusulkan oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dan telah diteruskan oleh Presiden Prabowo Subianto ke parlemen, yakni Thomas Djiwandono, Dicky Kartikoyono, dan Solikin M. Juhro.
Sorotan Terhadap Thomas Djiwandono: Keponakan Presiden dan Syarat Independensi
Salah satu nama yang paling mencuri perhatian dalam bursa calon pimpinan bank sentral ini adalah Thomas Djiwandono. Selain menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan, Thomas dikenal luas sebagai keponakan Presiden Prabowo Subianto.
Menanggapi potensi isu independensi, Misbakhun memastikan bahwa Thomas telah memenuhi syarat administratif yang ketat, terutama terkait pemisahan diri dari afiliasi politik.
“Thomas Djiwandono telah memenuhi seluruh persyaratan administratif, termasuk mundur dari kepengurusan Partai Gerindra. Surat pengunduran dirinya sudah ada, dan posisi keanggotaannya di partai sudah tidak aktif,” ujar Misbakhun dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/1/2026).
Penegasan Independensi Presiden
Misbakhun juga meluruskan persepsi publik terkait keterlibatan Istana. Ia menekankan bahwa Presiden Prabowo tidak melakukan intervensi terhadap independensi Bank Indonesia dalam proses ini.
“Presiden hanya menjalankan fungsi konstitusional dengan meneruskan usulan dari Gubernur BI kepada DPR. Alur ini sudah diatur secara tegas dalam UU Nomor 3 Tahun 2023 tentang P2SK,” tambahnya.
Jadwal Fit and Proper Test di Komisi XI
DPR berkomitmen untuk melakukan seleksi secara profesional, objektif, dan transparan. Fokus utama seleksi adalah memastikan calon memiliki integritas dan kompetensi dalam menjaga stabilitas moneter nasional.
Berikut adalah jadwal tahapan uji kepatutan dan kelayakan yang akan dilaksanakan:
- Gelombang I (Jumat, 23 Januari 2026): Satu calon akan menjalani uji kepatutan.
- Gelombang II (Senin, 26 Januari 2026): Dua calon lainnya akan mengikuti proses seleksi akhir.
Dengan dilaksanakannya seleksi ini, diharapkan pimpinan baru Bank Indonesia dapat segera bersinergi dalam memperkuat sektor keuangan Indonesia di tengah tantangan ekonomi global tahun 2026.







