Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Nasional

KPK Selidiki Dugaan Tukar Uang Miliaran Rupiah Ridwan Kamil di Luar Negeri

×

KPK Selidiki Dugaan Tukar Uang Miliaran Rupiah Ridwan Kamil di Luar Negeri

Sebarkan artikel ini
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo / foto: tangkapan layar

Solusiindonesia.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami aktivitas penukaran uang senilai miliaran Rupiah yang diduga dilakukan mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK), di luar negeri. Penyelidikan ini merupakan pengembangan dari kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank BJB.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa penyidik kini mulai mengalihkan fokus pemeriksaan pada interaksi antara Ridwan Kamil dengan pihak BJB selama masa jabatannya.

Fokus Penyelidikan Aktivitas Luar Negeri
Budi menjelaskan bahwa KPK sedang menelusuri secara detail rekam jejak kegiatan RK, baik di dalam maupun luar negeri. Poin utama penyelidikan meliputi:

  • Identitas Pendamping: Siapa saja pihak yang menyertai RK dalam perjalanan tersebut.
  • Tujuan Kegiatan: Relevansi aktivitas luar negeri dengan jabatan atau kepentingan tertentu.
  • Sumber Pendanaan: Asal-usul uang yang digunakan untuk membiayai kegiatan dan penukaran mata uang asing tersebut.

“Penyelidik mendalami bagaimana komunikasi yang dilakukan Gubernur Jawa Barat saat itu dengan pihak BJB. Kami masuk untuk mendalami aktivitas Pak RK, termasuk bersama siapa saja dan sumber pembiayaannya,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).

Pemeriksaan Saksi dan Money Changer
Dalam proses pengembangan kasus ini, KPK telah memanggil sejumlah saksi kunci, termasuk asisten pribadi Ridwan Kamil. Selain itu, penyidik juga memeriksa sejumlah perusahaan penukaran uang (money changer) yang diduga memfasilitasi transaksi bernilai miliaran Rupiah tersebut pada periode terkait.

Hingga saat ini, KPK telah menetapkan dan menahan lima orang tersangka dalam skandal korupsi pengadaan iklan Bank BJB. Penyelidikan terhadap keterlibatan pihak-pihak lain terus dilakukan guna menemukan bukti adanya aliran dana ilegal.

Image Slide 1