Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Nasional

Pemerintah Gerak Cepat: Pansel OJK Dibentuk, Targetkan Ketua Baru dalam 2 Minggu

×

Pemerintah Gerak Cepat: Pansel OJK Dibentuk, Targetkan Ketua Baru dalam 2 Minggu

Sebarkan artikel ini
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa / foto: instagram

Solusiindonesia.com — Pemerintah resmi memulai proses seleksi untuk mengisi kekosongan jabatan krusial di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah cepat ini diambil setelah pengunduran diri massal empat petinggi OJK serta Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mengejutkan pasar modal baru-baru ini.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa Panitia Seleksi (Pansel) telah dibentuk dan mulai bekerja hari ini, Senin (2/2/2026).

Ditemui usai Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul International Convention Center (SICC), Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin membiarkan kekosongan pimpinan berlarut-larut demi menjaga stabilitas ekonomi.

“Pansel sudah mulai prosesnya hari ini. Saya pikir dalam waktu satu atau paling lambat dua minggu, kita sudah punya Ketua OJK baru yang definitif,” ujar Purbaya.

Terkait spekulasi adanya campur tangan politik, Purbaya menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak memberikan arahan khusus mengenai nama tertentu. Proses seleksi diklaim akan berjalan profesional dan objektif sesuai kebutuhan industri.

Gejolak di sektor keuangan ini bermula dari keputusan Mahendra Siregar yang mundur dari posisi Ketua Dewan Komisioner OJK pada Jumat (30/1/2026). Langkah ini kemudian diikuti oleh tiga pejabat teras lainnya:

  • Mahendra Siregar (Ketua Dewan Komisioner OJK)
  • Mirza Adityaswara (Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK)
  • Inarno Djajadi (Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon)
  • I.B. Aditya Jayaantara (Deputi Komisioner Pengawas Emiten)
    Mahendra menyatakan bahwa pengunduran diri ini adalah bentuk tanggung jawab moral atas tekanan yang sedang dialami sektor jasa keuangan nasional. Tujuannya adalah untuk mempercepat pemulihan kepercayaan publik terhadap otoritas pengawas.

Dirut BEI Iman Rachman Ikut Mundur Demi Stabilitas
Sentimen pasar semakin memanas setelah Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, juga menyatakan mundur dari jabatannya di hari yang sama. Pengunduran diri Iman berkaitan erat dengan tekanan market yang terjadi selama dua hari terakhir.

“Saya berharap ini yang terbaik buat pasar modal. Semoga dengan pengunduran saya, kondisi pasar menjadi lebih baik dan stabil,” ungkap Iman di Gedung BEI.

Payung Hukum Peralihan Jabatan
Proses pengisian jabatan lowong ini akan mengacu pada mekanisme resmi yang diatur dalam:

  • UU Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan.
  • UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penguatan dan Pengembangan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Pemerintah berharap dengan terbentuknya kepemimpinan baru dalam waktu singkat, ketidakpastian di pasar modal dapat segera teratasi dan kepercayaan investor kembali pulih.

Image Slide 1