Solusiindonesia.com — Presiden Prabowo Subianto menghadiri puncak peringatan Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara menyoroti harmoni antarumat beragama di Kota Malang sekaligus memaparkan ambisi besar pemerintah dalam sektor industri dan kesejahteraan rakyat.
Harmoni di Kota Malang: Cermin Ajaran Gus Dur
Presiden mengaku tersentuh saat mendengar laporan panitia mengenai keterlibatan berbagai pihak, termasuk pihak gereja, dalam menyukseskan rangkaian Harlah 1 Abad NU. Baginya, fenomena ini adalah bukti nyata kerukunan yang kuat di akar rumput.
“Saya terharu mendengar bagaimana gereja-gereja di Malang ikut membantu menyukseskan acara ini. Ini luar biasa,” ujar Prabowo di hadapan ribuan jamaah yang memadati stadion.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus meneladani ajaran para tokoh NU, khususnya Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Menurutnya, NU memiliki peran krusial sebagai penjaga kedamaian tanpa memandang latar belakang agama maupun suku.
“Ajaran Gus Dur selalu menekankan bahwa NU akan menjaga semua umat tanpa pandang bulu. Perbedaan itu ada, tapi kerukunan adalah keharusan,” tegasnya.
Visi Besar: Industrialisasi dan Perumahan Rakyat
Tak hanya bicara soal toleransi, Presiden Prabowo memanfaatkan momentum ini untuk menegaskan komitmen ekonomi pemerintahannya. Ia mematok target ambisius untuk membangkitkan seluruh sektor industri nasional dalam waktu tiga tahun ke depan.
Beberapa poin utama visi pembangunan yang disampaikan antara lain:
- Kepemimpinan Industri: Indonesia ditargetkan menjadi pemimpin industrialisasi global untuk menciptakan lapangan kerja luas.
- Hunian Layak: Pembangunan jutaan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memastikan kehidupan yang layak.
- Ketahanan Pangan: Memastikan distribusi pupuk subsidi tepat sasaran dengan harga yang lebih terjangkau bagi petani.
“Kita sungguh-sungguh ingin menjadi negara maju di mana seluruh rakyat dapat menikmati kekayaan alamnya sendiri,” tambah Presiden.
Harapan untuk Masa Depan NU
Menutup orasinya, Presiden menyampaikan apresiasi mendalam kepada warga Nahdliyin yang terus menjaga martabat bangsa. Ia berharap NU tetap menjadi pionir dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan menjaga persatuan nasional di masa depan.
Acara Mujahadah Kubro ini menjadi salah satu titik penting dalam perayaan satu abad NU, yang tidak hanya menjadi ajang spiritualitas tetapi juga konsolidasi visi kebangsaan menuju Indonesia Maju.







