Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Nasional

Indonesia Siap Kirim 8.000 Personel ke Gaza, Hamas Beri Lampu Hijau dengan Syarat

×

Indonesia Siap Kirim 8.000 Personel ke Gaza, Hamas Beri Lampu Hijau dengan Syarat

Sebarkan artikel ini
Pasukan TNI untuk perdamaian PBB. Foto: Tangkapan layar

Solusiindoesia.com — Peta jalan perdamaian di Jalur Gaza memasuki babak baru. Kelompok Hamas secara resmi menyatakan sikap mereka terhadap pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF). Meski menyambut baik kehadiran pasukan penjaga perdamaian, Hamas menegaskan penolakan keras terhadap segala bentuk intervensi dalam urusan domestik wilayah tersebut.

Pernyataan ini muncul menyusul pengumuman hasil pertemuan perdana “Dewan Perdamaian” yang diinisiasi Presiden AS Donald Trump di Washington, Kamis lalu. Dalam pertemuan tersebut, Indonesia disebut akan memegang peran krusial sebagai Wakil Komandan ISF.

Sikap Hamas: Penjaga Gencatan Senjata, Bukan Pengatur Internal
Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menegaskan bahwa kehadiran pasukan internasional harus murni bersifat teknis untuk menjaga keamanan di perbatasan.

“Posisi kami jelas. Kami menginginkan pasukan yang memantau gencatan senjata dan menjadi penyangga antara tentara pendudukan dengan rakyat kami, tanpa mencampuri urusan internal Gaza,” ujar Qassem kepada AFP, Sabtu (21/2/2026).

Terkait rencana pembentukan pasukan polisi baru di Gaza yang digagas oleh Utusan Khusus AS, Nickolay Mladenov, Hamas memberikan sinyal moderat. Menurut Qassem, pelatihan polisi Palestina tidak menjadi masalah selama tujuannya adalah menjaga stabilitas nasional dan mencegah kekacauan.

Komitmen Besar Indonesia: 8.000 Prajurit Siap Berangkat
Indonesia mencatatkan sejarah sebagai negara pertama yang secara terbuka berkomitmen mengirimkan personel dalam jumlah masif. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, mengungkapkan rincian jadwal pemberangkatan:

  • April 2026: Pengiriman gelombang pertama sebanyak 1.000 prajurit.
  • Juni 2026: Target eskalasi jumlah pasukan hingga mencapai 8.000 personel.
    Jika rencana ini terealisasi, misi di Gaza akan menjadi salah satu kontribusi pasukan penjaga perdamaian terbesar dalam sejarah dunia. Kendati demikian, pengerahan ini masih menunggu keputusan final dan persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto.

Koalisi Pasukan Internasional
Selain Indonesia yang memegang peran kepemimpinan, ISF ditargetkan berkekuatan total 20.000 tentara serta unit kepolisian baru. Presiden Trump menyebutkan sejumlah negara lain yang telah berkomitmen mengirimkan pasukannya, di antaranya Maroko, Kazakhstan, Kosovo dan Albania.

Kehadiran ISF diharapkan menjadi titik balik dalam mengakhiri konflik berkepanjangan dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat mengalir tanpa hambatan ke kantong-kantong pengungsian di Gaza.