Solusiindonesia.com — Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu) terus memperketat pemantauan terhadap situasi keamanan di Iran menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai kemungkinan serangan militer terbatas. Meski tensi geopolitik meningkat, pemerintah memastikan bahwa kondisi warga negara Indonesia (WNI) di sana saat ini dalam keadaan aman.
Plt. Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, mengungkapkan bahwa hingga Minggu (22/2/2026), situasi di Tehran dan kota-kota besar lainnya di Iran terpantau masih berjalan normal dan kondusif.
“Kami melalui KBRI Tehran terus menjalin komunikasi aktif dengan para WNI. Sampai detik ini, tidak ada laporan mengenai ancaman langsung maupun situasi yang membahayakan keselamatan saudara-saudara kita di sana,” ujar Heni dalam keterangannya.
Pemerintah Indonesia tidak meremehkan situasi yang berkembang. Sejak Juni 2025, status Siaga 1 telah diberlakukan bagi Iran. Seluruh rencana kontingensi, termasuk skenario evakuasi, telah disiapkan sebagai langkah antisipasi.
Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl, menambahkan bahwa pihaknya secara konsisten menyarankan WNI untuk terus waspada dan mempertimbangkan opsi meninggalkan wilayah Iran secara mandiri jika merasa situasi di lingkungan mereka mulai tidak kondusif.
“Semua contingency plan tetap disiagakan. Kami mengimbau WNI untuk selalu memantau perkembangan terkini melalui saluran resmi KBRI,” tutur Vahd.
Pernyataan dari Jakarta ini muncul setelah adanya laporan pergerakan militer Amerika Serikat yang signifikan. Berdasarkan data dari kantor berita AFP, sebuah kapal induk AS dilaporkan telah melintasi Selat Gibraltar menuju Mediterania. Kapal tersebut dijadwalkan bergabung dengan USS Abraham Lincoln yang sudah bersiaga di perairan Timur Tengah.
Sementara Presiden Trump pada Jumat (20/2/2026) menyatakan bahwa serangan terbatas menjadi salah satu pertimbangan jika jalur diplomasi dan negosiasi gagal mencapai kesepakatan.
ku







