Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Nasional

Polisi Kantongi CCTV Jelas: 4 Pelaku Penyiram Air Keras Aktivis KontraS Berpencar ke Bogor-Jaksel

×

Polisi Kantongi CCTV Jelas: 4 Pelaku Penyiram Air Keras Aktivis KontraS Berpencar ke Bogor-Jaksel

Sebarkan artikel ini
Tangkapan layar video detik-detik peristiwa penyiraman air keras kepada Aktivis KontraS Andrie Yunus. Foto: Instagram

Solusiindonesia.com — Tabir gelap kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, mulai tersingkap. Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa aksi keji tersebut dilakukan oleh empat orang pelaku yang menggunakan dua sepeda motor. Usai melancarkan aksinya, para pelaku langsung berpencar untuk menghilangkan jejak.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menjelaskan bahwa berdasarkan penyelidikan, para pelaku sempat menunggu korban di titik tertentu sebelum melakukan pengejaran.

“Diduga empat orang terduga pelaku menggunakan dua sepeda motor menunggu korban di depan KFC Cikini. Mereka kemudian membuntuti korban yang bergerak ke arah Jalan Diponegoro hingga ke Jalan Salemba 1,” ujar Kombes Iman dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Senin (16/3/2026).

Peristiwa penyiraman zat kimia berbahaya tersebut terjadi di persimpangan Jalan Talang, Jalan Salemba 1, Jakarta Pusat. Berdasarkan rekaman yang diperoleh penyidik, insiden itu berlangsung pada Kamis (12/3) malam sekitar pukul 20.37 WIB.

Polisi menyebutkan bahwa kualitas rekaman kamera pengawas di lokasi kejadian sangat membantu proses identifikasi.

“Puji syukur kami mendapatkan rekaman CCTV dengan gambar yang cukup jelas. Hal ini sangat krusial dalam mempercepat proses penyelidikan dan penyidikan kami di lapangan,” tambahnya.

Pelaku Berpencar ke Arah Berbeda
Setelah menyiramkan air keras ke arah Andrie, keempat pelaku yang terbagi dalam dua motor (masing-masing berboncengan) langsung memacu kendaraan mereka ke arah yang berlawanan. Kelompok 1 (OTK 1 & 2): Melawan arus di Jalan Salemba menuju arah Pasar Senen. Rute pelarian berlanjut ke Jalan Kramat Raya, Tugu Tani, Stasiun Gondangdia, hingga terdeteksi masuk ke wilayah Jakarta Selatan.

Sementara kelompok 2 (OTK 3 & 4): Memilih jalur lurus menuju Jalan Pramuka Sari 2, mengarah ke Matraman, Jatinegara, hingga melintasi Jalan Otto Iskandar Dinata di Jakarta Timur.

Tak hanya mengandalkan CCTV, polisi juga melakukan analisis mendalam terhadap jaringan komunikasi di sekitar lokasi dan rute pelarian. Hasilnya, diketahui para pelaku sempat melakukan upaya penyamaran dengan mengganti pakaian di tengah jalan.

“Hasil pelacakan jaringan komunikasi menunjukkan para pelaku akhirnya berpencar lebih jauh. Ada yang menuju wilayah Kalibata, Ragunan, hingga terdeteksi ke wilayah Bogor,” pungkas Imanuddin.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pengejaran intensif untuk menangkap keempat pelaku dan mengungkap motif di balik serangan terhadap aktivis HAM tersebut.