Solusiindonesia.com — Sejumlah Pihak meragukan keaslian maupun keabsahan ijazah Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka.
Saat ini, Gibran sedang digugat oleh Subhan Palal secara perdata di Pengadilan Negeri(PN) Jakarta Pusat, terkait keaslian ijazah.
Subhan merupakan pengacara sekaligus pendiri firma hukum Subhan Palal & Rekan di Jakarta Barat. Gugatan itu terdaftar dengan nomor perkara 583/Pdt.G/2025/PN Jkt.Pst dan sidang perdana digelar pada Senin (8/9/2025).
Selain Subhan, beberapa tokoh publik juga turut mempertanyakan ijazah Gibran.
- Roy Suryo
Mantan Menpora sekaligus pakar telematika Roy Suryo mempertanyakan keberadaan ijazah SMA maupun pendidikan tinggi Gibran.
Menurut Roy, dalam berkas pendaftaran ke KPU, Gibran mencantumkan bersekolah di Orchid Park Secondary School selama dua tahun, lalu langsung melanjutkan ke University of Technology Sydney (UTS).
Roy menyebut Gibran hanya menempuh studi enam bulan di UTS Insearch, yang ia sebut setara kursus, bukan program sarjana.
“Nah sekarang kita lihat, ijazah SMA-nya Gibran itu mana? … Setelah itu, nggak ada ijazahnya di situ. Kalau ada, buktikan ijazahnya,” ujar Roy dalam program Kompas Petang yang tayang di YouTube Kompas TV, Sabtu (13/9/2025).
Roy juga menyoroti surat penyetaraan ijazah Gibran yang baru keluar 13 tahun setelah kelulusan. “Guyonan lagi nih. Apa nih, ijazah tahun 2006 disetarakan 2019. Ini pasti ada yang apa aneh atau pasti ada sesuatu?” katanya.
- Subhan Palal
Subhan menegaskan gugatannya bukan langsung ke ijazah, melainkan perbuatan meloloskan Gibran menjadi cawapres dengan dokumen yang dianggap tidak memenuhi syarat.
“Menurut saya itu bukan sederajat. Kalau sederajat itu harus melihat pasal di atasnya. Pasal di atasnya … ada SMA, ada (Madrasah) Aliyah, ada SMK,” ujarnya.
Dalam gugatannya, Subhan menyebut pendidikan Gibran di Singapura dan Australia tidak setara SMA di Indonesia, sehingga melanggar aturan pemilu. Ia juga menuntut ganti rugi Rp125,01 triliun yang ditujukan kepada Gibran dan KPU.
- Said Didu
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu menyoroti keterangan soal UTS Insearch. Ia menyebut program tersebut bukan sekolah formal.
“Anak saya alumni S2 UTS, menjelaskan ke saya bahwa UTS Insearch bukan sekolah tapi semacam ‘bimbel’ untuk masuk program S1 di UTS. Jadi menjadi aneh jika keterangan ‘lulus’ UTS Insearch dinyatakan setara dengan SMK,” tulisnya di media sosial X, Kamis (18/9/2025).
- Letjen TNI (Purn.) Suharto
Mantan Komandan Korps Marinir Letjen (Purn.) Suharto juga mempertanyakan keabsahan ijazah Gibran. Ia bahkan menyerukan agar Gibran dilengserkan.
“Kami usulkan dia untuk dilengserkan karena kami sayang dengan Prabowo,” ucap Suharto dalam acara Suara Rakyat di kanal YouTube iNews, Selasa (6/5/2025).
Ia juga mengaku tidak menemukan nama Gibran di daftar lulusan UTS. “Katanya (Gibran) punya ijazah di UTS. Anak saya S-2 di UTS. Saya sampai coba (bilang) cari sana ada engga







