Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Nasional

Bye-bye Harga Jeblok! Pemerintah Tancap Gas Bangun 100 Gudang Bulog untuk Petani

×

Bye-bye Harga Jeblok! Pemerintah Tancap Gas Bangun 100 Gudang Bulog untuk Petani

Sebarkan artikel ini
Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas kementerian yang disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan / foto: tangkapan layar

Solusiindonesia.com — Pemerintah serius mempercepat pembangunan 100 gudang untuk Perum Bulog. Langkah ini diambil buat bantu petani biar hasil panen mereka khususnya gabah dan jagung nggak keburu rusak atau dijual murah karena nggak ada tempat penyimpanan.

Rencana pembangunan100 Gudang bulog ini resmi dimulai lewat penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas kementerian yang disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) di Jakarta, Selasa (11/11/2025).

“Pembangunan 100 gudang ini tindak lanjut arahan Presiden Prabowo. Pemerintah ingin rantai pasok pangan makin kuat dan petani kita makin sejahtera,” kata Zulhas.

Proyek ini bakal digarap secara bertahap di berbagai daerah penghasil padi dan jagung. Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp5 triliun untuk mewujudkannya.

Selain Zulhas, penandatanganan SKB juga dihadiri sejumlah pejabat, mulai dari Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, perwakilan Menteri Keuangan, hingga Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.

Zulhas bilang, penambahan gudang ini penting banget karena produksi padi nasional tahun 2025 diperkirakan naik tajam jadi 34,77 juta ton. Tanpa gudang baru, hasil panen berisiko nggak tertampung maksimal.

“Kita harus siap. Kalau produksi naik tapi gudang kurang, petani rugi. Jadi ini langkah antisipasi,” ujarnya.

Selain untuk penyimpanan, pembangunan gudang ini juga diharapkan bisa bantu Bulog memperlancar penyerapan gabah dan jaga harga di tingkat petani.

Zulhas menambahkan, kebijakan ini bakal dilengkapi dengan berbagai dukungan lain seperti tambahan lahan tanam, irigasi, bibit unggul, dan potongan harga pupuk hingga 20 persen.

“Produksi kita akan makin banyak. Ini persiapan besar supaya semua hasil panen bisa terserap dan petani makin makmur,” tutupnya.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap rantai pasok pangan makin efisien, harga tetap stabil, dan petani nggak lagi waswas setiap kali musim panen tiba.

Image Slide 1