Solusiindonesia.com — Insiden terbakarnya mobil kas milik salah satu bank BUMN di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, terus menarik perhatian publik.
Bukan hanya karena Mobil Kas Bank BUMN itu membawa uang tunai Rp4,6 miliar, tetapi juga karena munculnya kecurigaan soal dugaan penggelapan dana di balik peristiwa tersebut. Menanggapi hal ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara.
Purbaya mengatakan bahwa ia tidak mengetahui secara detail insiden tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa persoalan itu pada dasarnya menjadi tanggung jawab pihak bank, termasuk terkait hangusnya uang miliaran rupiah dalam kebakaran.
“Saya enggak tahu. Tapi harusnya itu tanggung jawabannya bank kan,” kata Purbaya dalam pernyataannya seperti dikutip Kompas TV, Minggu (16/11/2025).
Ia juga mempertanyakan apakah proses pengiriman uang tunai untuk pengisian ATM di Majene itu dilindungi oleh asuransi atau tidak. Menurutnya, jika ada asuransi, maka perusahaan asuransi lah yang wajib mengganti kerugian.
“Saya enggak tahu, kalau gitu ada asuransinya enggak pengirimannya. Kalau asuransi, asuransi yang bayar. Tapi saya enggak tahu, Anda cek. Saya enggak ikutin,” ujarnya.
Mantan Ketua Dewan Komisioner LPS itu menambahkan bahwa ia hanya mengetahui adanya kecurigaan publik mengenai cepatnya uang tunai Rp4,6 miliar tersebut terbakar. Hal inilah yang kemudian memicu dugaan-dugaan liar terkait kemungkinan penggelapan.
“Saya cuma tahu orang curiga Rp4,6 M kok cepat amat kebakarnya gitu kan. Tapi saya enggak tahu, saya bukan polisi,” tuturnya.
Kronologi Versi Sopir
Surya, sopir mobil logistik bank BUMN tersebut, turut memberikan kesaksiannya. Ia mengatakan kebakaran bermula dari percikan api yang terdengar di dalam mobil.
“Awalnya itu saya dengar ada percikan api,” ujar Surya.
Merasa ada sesuatu yang tidak normal, ia langsung memberi tahu petugas pengawal yang berada bersamanya. Situasi berubah cepat ketika percikan api itu menyambar bahan bakar hingga berubah menjadi kobaran besar.
“Tiba-tiba petugas jaga melompat, saya sempat tepikan mobil ke pinggir jalan lalu cepat keluar,” katanya.
Surya menyebut api tiba-tiba membesar dan melahap seluruh bodi mobil. Ia menghubungi pemadam kebakaran, namun kendaraan itu sudah tidak bisa diselamatkan. Ia hanya bisa bersyukur dirinya dan petugas pengawal selamat.
Surya menegaskan bahwa uang yang mereka bawa untuk pengisian ATM berjumlah Rp4,6 miliar, meski laporan awal Damkar Polman mencatat kerugian sekitar Rp1 miliar.
“Kalau uang kami bawa itu ada Rp4,6 miliar, tapi kami belum menghitung jumlah keseluruhan yang habis terbakar,” ucapnya.
Penemuan Sisa Uang Rp360 Juta
Polisi kemudian menemukan uang tunai yang masih utuh sebanyak Rp360 juta di lokasi kejadian.
“Ada uang yang masih bisa diselamatkan dan masih utuh sekitar Rp360 juta, sementara yang hangus sekitar Rp4 miliar lebih,” kata Kasatreskrim Polres Polman AKP Budi Adi.
Uang yang tersisa itu langsung diserahkan kepada pihak bank. Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran dan memeriksa sopir serta petugas yang berada dalam mobil. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tetapi kerugian finansial sangat besar.
Tumpukan uang gosong yang diamankan kini menjadi bukti utama untuk mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian atau tindak pidana dalam insiden tersebut.








