Solusiindonesia.com — Peluncuran KRI Balaputradewa-322 produksi PT PAL Indonesia menjadi penanda kemajuan industri pertahanan nasional. Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menyatakan kapal perang tersebut memiliki tingkat presisi yang sangat tinggi dan telah memenuhi seluruh persyaratan teknis sebelum diluncurkan.
Donny menjelaskan bahwa “penyimpangan dimensi kapal sepanjang sekitar 140 meter tersebut hanya mencapai 11 milimeter, jauh di bawah standar toleransi yang ditetapkan” ujarnya dalam kegiatan Shipnaming & Launching di Dermaga Semenanjung Barat PT PAL Indonesia, Kamis (18/12/2025) malam
Selain presisi ukuran, seluruh proses pengelasan KRI Balaputradewa-322 juga telah memenuhi standar keselamatan dan kekedapan. Kapal ini dinyatakan lulus uji stabilitas sehingga tetap seimbang dan tidak mengalami kemiringan.
Donny menilai capaian tersebut menunjukkan peningkatan kemampuan tenaga kerja nasional dalam memproduksi alat utama sistem persenjataan (alutsista) strategis buatan dalam negeri. Ia juga mengapresiasi kinerja PT PAL Indonesia dalam mendukung kemandirian industri pertahanan nasional.
Keberhasilan pembangunan KRI Balaputradewa-322 turut memperkuat posisi holding industri pertahanan Defend ID yang saat ini masuk dalam 100 besar industri pertahanan dunia berdasarkan pendapatan. Pada 2024, Defend ID tercatat berada di peringkat ke-96 dunia.
Sementara itu, Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod menjelaskan peluncuran kapal dilakukan pada malam hari dengan mempertimbangkan ukuran kapal dan faktor teknis. KRI Balaputradewa-322 memiliki panjang 140 meter dan menjadi kapal terbesar kedua yang diproduksi PT PAL setelah KRI Brawijaya.
Meski sedikit lebih pendek dibandingkan KRI Brawijaya, KRI Balaputradewa-322 dibekali sistem persenjataan yang lebih maju, termasuk sistem peluncur vertikal hingga 64 sel. Konfigurasi ini dinilai mampu memperkuat daya tempur TNI Angkatan Laut.
Kaharuddin menambahkan pembangunan kapal tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong kemandirian alutsista nasional. Tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dalam proyek ini terus meningkat melalui kolaborasi dengan BUMN dan sektor swasta nasional.
PT PAL Indonesia juga terus mengembangkan berbagai produk pertahanan lainnya, seperti kapal selam tanpa awak, torpedo, dan senjata berbasis laser, sebagai bagian dari strategi memperkuat kapabilitas industri pertahanan dalam negeri







