Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Nasional

Menko PMK: Pemulihan Pendidikan Pascabanjir, 65 Persen Sekolah di Aceh Siap Beroperasi

×

Menko PMK: Pemulihan Pendidikan Pascabanjir, 65 Persen Sekolah di Aceh Siap Beroperasi

Sebarkan artikel ini
menko PMK Pratikno / foto: instagram

Solusilndonesia.com — Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan bahwa pemulihan layanan pendidikan di wilayah terdampak banjir di Sumatera terus menunjukkan progres. Di Provinsi Aceh, sekitar 65 persen sekolah telah disiapkan untuk kembali beroperasi.

“Terkait dengan layanan pendidikan, di Provinsi Aceh sekitar 65 persen sekolah telah disiapkan untuk beroperasi kembali,” ujar Pratikno dalam siaran langsung konferensi pers di kanal YouTube BNPB, Kamis (25/12/2025).

Menurut Pratikno, pemerintah saat ini memfokuskan upaya pada percepatan pembersihan dan perbaikan fasilitas pendidikan agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan sesuai jadwal tahun ajaran baru.

“Ini dilakukan melalui pembersihan, revitalisasi fasilitas, dan seterusnya untuk menyonsong tahun ajaran baru nanti pada tanggal 5 Januari 2026,” katanya.

Sementara itu, kesiapan layanan pendidikan di wilayah lain terdampak banjir, seperti Sumatera Utara dan Sumatera Barat, telah menunjukkan capaian yang lebih tinggi. Pratikno menyebut tingkat kesiapan operasional sekolah di dua provinsi tersebut hampir menyentuh angka 90 persen.

“Tingkat kesiapan operasionalitas sekolah sudah mendekati 90 persen,” tuturnya.

Ia menegaskan, pemerintah akan terus mengupayakan berbagai langkah agar proses pembelajaran formal bisa kembali dilaksanakan secara normal pada awal Januari 2026.

Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dampak banjir Sumatera masih sangat besar. Hingga 25 Desember 2025, jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.135 orang, dengan korban terbanyak berasal dari Aceh Utara sebanyak 205 orang, disusul Tapanuli Tengah 191 orang, dan Tapanuli Selatan 133 orang. Selain itu, sebanyak 173 orang masih dilaporkan hilang.

BNPB juga mencatat kerusakan signifikan pada permukiman dan fasilitas publik. Sebanyak 157.838 rumah terdampak banjir, terdiri dari 47.165 rumah rusak berat, 33.276 rumah rusak sedang, dan 77.397 rumah rusak ringan.

Kerusakan turut terjadi pada 1.900 fasilitas umum, termasuk 200 fasilitas kesehatan, 875 fasilitas pendidikan, 806 rumah ibadah, 291 gedung perkantoran, serta 734 jembatan.

Image Slide 1