Solusiindonesia.com — Penyidik Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) resmi menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus tenggelamnya kapal pinisi KM Putri Sakinah di perairan Selat Pulau Padar. Insiden maut yang terjadi pada akhir Desember 2025 tersebut merenggut nyawa pelatih tim wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando, beserta dua anaknya.
Kedua tersangka tersebut diketahui berinisial L (Nahkoda) dan KKM (Anak Buah Kapal). Meski telah berstatus tersangka, pihak kepolisian memutuskan untuk tidak melakukan penahanan terhadap keduanya.
Alasan Tersangka Tidak Ditahan
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Henry Novika Chandra, menjelaskan bahwa keputusan untuk tidak menahan L dan KKM didasarkan pada ketentuan dalam KUHP Baru. Dalam regulasi tersebut, penahanan ditekankan sebagai langkah terakhir atau ultimum remedium.
“Nakhoda KM Putri Sakinah saat ini tidak dilakukan penahanan, hanya dikenakan wajib lapor,” ujar Henry pada Minggu (11/1/2026).
Penyidikan saat ini difokuskan pada dugaan kelalaian operasional kapal. Para tersangka dijerat dengan Pasal 359 KUHP juncto Pasal 332 KUHP Baru, yang mengatur mengenai prosedur navigasi dan pemeliharaan mesin, terutama saat menghadapi cuaca ekstrem.
Pendalaman Kasus dan Potensi Tersangka Baru
Hingga saat ini, tim penyidik telah memeriksa sedikitnya 18 saksi, yang terdiri dari Awak kapal (ABK), Pemilik kapal dan Pihak terkait lainnya.
Pemeriksaan ini bertujuan untuk membedah aspek kelaikan teknis kapal serta kepatuhan terhadap Standard Operating Procedure (SOP) operasional. Kombes Henry menegaskan bahwa proses hukum ini masih bersifat dinamis.
“Jika ditemukan bukti kuat terkait pembiaran atau kelalaian dari pihak manajemen maupun pemilik kapal, tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka baru,” tambahnya.
Latar Belakang Tragedi
KM Putri Sakinah tenggelam di Perairan Selat Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, pada 26 Desember 2025. Kecelakaan ini menjadi sorotan internasional karena melibatkan keluarga pelatih sepak bola ternama asal Spanyol.
Dalam musibah tersebut, Martin Carreras Fernando dan dua anaknya ditemukan meninggal dunia. Sementara itu, satu anak Fernando lainnya hingga kini belum ditemukan dan telah dinyatakan hilang oleh otoritas terkait.








