Solusiindonesia.com — Tekad untuk mengubah nasib membawa satu keluarga asal Desa Kaliombo, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, mengambil langkah besar di penghujung tahun 2025. Joko Susanto bersama istri, Suminah, dan putra mereka, Ahmad Maulana Abidin, resmi memulai babak baru kehidupan mereka melalui program transmigrasi.
Keluarga kecil ini bertolak dari kampung halaman pada Sabtu (27/12/2025). Bagi Joko, keputusan ini bukan sekadar pindah tempat tinggal, melainkan ikhtiar nyata untuk memutus rantai keterbatasan ekonomi.
“Bismillah, semoga langkah kami ikut transmigrasi menjadi keputusan terbaik,” ungkap Joko dengan nada optimis saat berbincang dengan petugas pendamping dikutip Radio R2B
Bekal Keterampilan Sebelum Berangkat
Pemerintah Kabupaten Rembang tidak melepas begitu saja para transmigran ini. Kabag Kesra Pemkab Rembang, Maruli Dwi Ronisa, menjelaskan bahwa Joko dan istrinya telah melalui serangkaian pelatihan intensif di Semarang.
Dukungan yang diberikan meliputi:
- Antar jemput pelatihan: Memastikan peserta mendapatkan ilmu praktis sebagai bekal di lokasi baru.
- Pendampingan administratif: Memastikan seluruh dokumen dan kelayakan peserta terpenuhi melalui seleksi ketat.
- Dukungan finansial: Pemkab mengupayakan bantuan uang saku dari Baznas Rembang untuk menambah modal awal kehidupan mereka.
Menuju Maluku Utara: Fasilitas yang Didapat
Keluarga Joko dijadwalkan menempati lokasi transmigrasi di Desa Wale, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara. Di bawah kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda Laos, para transmigran baru ini akan mendapatkan fasilitas pendukung kemandirian, antara lain:
- Rumah tinggal yang layak huni.
- Lahan garapan seluas 1 hektar berstatus hak milik.
- Jaminan biaya hidup selama satu tahun pertama.
“Kami berpesan agar fasilitas ini dimanfaatkan sungguh-sungguh. Harapannya, Pak Joko sekeluarga bisa kerasan (betah), sehat, dan sukses menjadi lebih berdaya di sana,” tambah Maruli.
Potret Transmigrasi Jawa Tengah Tahun 2025
Keberangkatan keluarga asal Rembang ini merupakan bagian dari rombongan besar transmigran asal Jawa Tengah. Secara total, pada tahun 2025 ini terdapat 19 Kepala Keluarga (73 jiwa) yang diberangkatkan ke berbagai penjuru Indonesia.
Para peserta ini berasal dari berbagai daerah seperti Semarang, Salatiga, Magelang, Klaten, hingga Kota Tegal. Adapun titik sebar lokasi tujuannya meliputi:
- Waleh, Halmahera Tengah (Maluku Utara)
- Torire, Kabupaten Poso (Sulawesi Tengah)
- Taramanu Tua, Polewali Mandar (Sulawesi Barat)
- Lagading, Sidenreng Rappang (Sulawesi Selatan)
Perjalanan panjang Joko Susanto dimulai dengan penerbangan dari Surabaya pada Sabtu malam setelah melalui transit dan koordinasi di bawah tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Langkah ini menjadi simbol semangat pantang menyerah masyarakat pedesaan dalam menjemput kesejahteraan di tanah harapan yang baru.








