Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Daerah

BNPB Catat 781 Huntara Rampung untuk Korban Banjir Sumatera

×

BNPB Catat 781 Huntara Rampung untuk Korban Banjir Sumatera

Sebarkan artikel ini
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari / foto: tangkapan layar BNPB Indonesia

Solusilndonesia.com — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan telah menyelesaikan pembangunan 781 unit hunian sementara (huntara) hingga 16 Januari 2026. Huntara tersebut diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana banjir di Sumatera yang terjadi pada akhir November tahun lalu.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa seluruh unit huntara tersebut kini telah siap ditempati oleh warga terdampak.

“781 unit telah selesai dibangun dan siap dihuni,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan pers, Sabtu (17/1/2026).

Pria yang akrab disapa Aam itu mengakui, jumlah huntara yang telah terealisasi masih jauh dari total kebutuhan yang diajukan. Berdasarkan data BNPB, usulan pembangunan hunian sementara mencapai 27.860 unit, seiring dengan jumlah rumah rusak berat yang tercatat sebanyak 50.668 unit.

“Saat ini, 5.738 unit masih dalam proses pembangunan,” ucap Aam.

Selain pembangunan hunian sementara, BNPB juga mencatat pengajuan pembangunan hunian tetap (huntap) sebanyak 10.273 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 648 unit dilaporkan telah memasuki tahap konstruksi.

Sementara itu, data sementara korban jiwa akibat banjir besar di Sumatera yang melanda tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, tercatat mencapai 1.198 orang. Jumlah korban hilang juga mengalami peningkatan, dari sebelumnya 141 orang menjadi 144 orang.

BNPB juga mencatat adanya kenaikan jumlah penduduk terdampak yang masih berada di lokasi pengungsian. Saat ini, jumlah pengungsi tercatat sebanyak 166.579 jiwa, meningkat dari data sebelumnya yang berjumlah 131.521 jiwa.

Aam menegaskan, pemerintah melalui BNPB terus berkomitmen memperkuat koordinasi lintas sektor, melibatkan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, serta seluruh unsur masyarakat dalam penanganan bencana.

“Dengan sinergi yang solid, percepatan pemulihan infrastruktur dasar, pemenuhan kebutuhan hunian layak, serta penguatan langkah mitigasi diharapkan mampu mengembalikan kehidupan masyarakat terdampak secara bertahap menuju kondisi yang lebih aman, tangguh dan berdaya menghadapi risiko bencana ke depan,” tandasnya.

Image Slide 1