Solusiindonesia.com — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis laporan terbaru terkait meningkatnya jumlah korban akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Sejak hari pertama bencana, tim SAR gabungan terus bekerja untuk menemukan korban yang masih tertimbun.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa 40 jenazah tambahan telah ditemukan, sehingga total korban meninggal dunia bertambah dari 921 menjadi 961 orang. Pada Senin (8/12/2025) sore
Menurut Abdul, Aceh mencatat kenaikan korban terbanyak, yakni bertambah 23 orang sehingga jumlahnya naik menjadi 389 jiwa. Di Sumatera Utara, korban meninggal bertambah 9 orang menjadi total 338 jiwa.
Sementara itu, Sumatera Barat melaporkan tambahan delapan korban, sehingga jumlah keseluruhan mencapai 234 jiwa. Ia menegaskan bahwa 293 orang yang masih dinyatakan hilang akan terus dicari dengan upaya maksimal oleh tim di lapangan.
Abdul juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah meninjau langsung beberapa lokasi terdampak, termasuk kawasan Bireuen yang terdampak putusnya jembatan utama penghubung dengan Aceh Utara.
Presiden bahkan menunjuk KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak untuk memimpin Satgas perbaikan jembatan tersebut. Selain perbaikan infrastruktur penting, pemerintah juga mempercepat mobilisasi tenaga kesehatan serta memastikan distribusi logistik berjalan lancar.
BNPB menambahkan bahwa distribusi bantuan kini dapat dilakukan baik melalui jalur udara maupun darat.
Akses alternatif yang telah dibersihkan memungkinkan truk bantuan mencapai enam wilayah: Bireuen, dua titik di Pidie Jaya, Pidie, Aceh Timur, dan Aceh Utara.
Sementara di Sumatera Barat, pengiriman logistik melalui udara telah dilakukan melalui 10 sortie penerbangan langsung ke daerah terdampak.








