Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Daerah

Update BNPB soal Banjir-Longsor di Sumatera, Korban Meninggal 1.204 Jiwa

×

Update BNPB soal Banjir-Longsor di Sumatera, Korban Meninggal 1.204 Jiwa

Sebarkan artikel ini
Banjir dan longsor di Sumatera / foto: BNPB

Solusiindonesia.com — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera mencapai 1.204 orang. Selain itu, sebanyak 140 orang masih dinyatakan hilang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, proses pencarian korban terus dilakukan bersamaan dengan percepatan penanganan bagi warga terdampak. Pemerintah saat ini juga memfokuskan upaya pada pembangunan hunian sementara (huntara) bagi para pengungsi.

“Total korban meninggal dunia tercatat sebanyak 1.204 jiwa, sementara korban hilang sebanyak 140 jiwa,” ujar Abdul dalam keterangan pers, Selasa (3/2/2026).

BNPB mencatat, hingga saat ini masih terdapat 105.842 warga yang mengungsi akibat bencana tersebut. Abdul menambahkan, pemulihan kawasan permukiman terus ditingkatkan agar wilayah terdampak dapat kembali layak dihuni.

Selain penanganan pengungsi, BNPB juga telah menyalurkan bantuan logistik dalam jumlah besar. Sejak 29 November 2025 hingga 27 Januari 2026, total bantuan yang didistribusikan kepada masyarakat terdampak mencapai 1.767,07 ton.

Distribusi bantuan dilakukan melalui berbagai moda transportasi, meliputi 56 sorti pesawat carter BNPB, 68 sorti pesawat Hercules, 55 truk jalur darat, serta tujuh kapal laut.

Penyaluran logistik dilakukan melalui pos logistik di masing-masing provinsi, serta dua pos logistik utama di Sumatera Barat dan Aceh yang menjangkau tiga provinsi terdampak.

“Dari Pos Logistik Sumbar, total bantuan yang telah didistribusikan mencapai 2.321,18 ton, sementara dari Pos Logistik Aceh sebanyak 2.186,2 ton,” kata Abdul.

BNPB juga terus mengoptimalkan penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa transisi menuju hunian tetap. Hingga awal Februari 2026, sebanyak 18.938 rekening penerima DTH telah siap, dengan bantuan yang sudah disalurkan kepada 9.360 kepala keluarga.

“BNPB bersama pemerintah daerah terus mengakselerasi pembangunan hunian sementara dengan target utama penyelesaian sebelum bulan Ramadhan,” tutup Abdul.