Solusiindonesia.com — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memacu transformasi infrastruktur jalan desa dari aspal atau paving menjadi beton. Bupati Sidoarjo, H. Subandi, secara khusus mengajak seluruh jajaran anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo untuk menyinergikan anggaran Pokok Pikiran (Pokir) guna mempercepat program betonisasi di berbagai titik wilayah.
Ajakan tersebut disampaikan Bupati saat meninjau langsung hasil pengerjaan jalan beton di Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan, pada Minggu (8/2/2026). Proyek sepanjang 500 meter yang kini kokoh berdiri tersebut merupakan realisasi aspirasi masyarakat melalui Pokir Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, Warih Andono.
Sebelumnya, akses di Desa Sawotratap sering dikeluhkan warga karena kondisinya yang rusak dan berlubang. Namun, lewat pengerjaan yang dimulai pada November 2025 lalu, jalan tersebut kini berubah total menjadi jalur beton yang representatif.
Bupati Subandi memberikan apresiasi tinggi kepada Warih Andono dari Fraksi Golkar yang telah mengarahkan anggaran Pokirnya untuk kepentingan vital publik.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Warih Andono. Pemanfaatan Pokir untuk betonisasi seperti di Sawotratap ini adalah langkah strategis karena manfaatnya langsung menyentuh aktivitas ekonomi dan mobilitas harian warga,” ujar Subandi.
Dalam tinjauannya, Bupati merinci spesifikasi teknis jalan beton di Sawotratap yang diharapkan bisa menjadi standar atau contoh bagi proyek serupa di desa lain:
- Lebar Badan Jalan: ± 5 meter.
- Bahu Jalan: 0,5 meter di sisi kanan dan kiri (Total lebar 6 meter).
- Nilai Anggaran: Kurang lebih Rp1,5 miliar.
- Estimasi Ketahanan: Minimal 10 tahun tanpa kerusakan berarti.
Subandi menegaskan bahwa betonisasi jauh lebih efektif dibandingkan pavingisasi. Selain lebih tahan terhadap cuaca dan beban kendaraan, jalan beton memerlukan biaya perawatan yang sangat minim dalam jangka panjang.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa pembangunan infrastruktur yang kokoh bukan sekadar soal fungsi, melainkan juga tentang warisan (legacy) bagi para wakil rakyat.
“Betonisasi ini dampaknya jangka panjang. Nama pengusul akan selalu diingat oleh warga sebagai bagian dari sejarah kemajuan desa mereka. Bahkan saat Pak Warih nanti sudah purna tugas, manfaat jalan ini tetap dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Pemkab Sidoarjo saat ini memang tengah memprioritaskan betonisasi jalan desa untuk mendukung kelancaran distribusi logistik dan akses menuju pemukiman. Dengan sinergi antara eksekutif dan legislatif melalui instrumen Pokir, Subandi optimis target pemerataan jalan mulus di seluruh pelosok Sidoarjo dapat tercapai lebih cepat.







