Solusiindonesia.com — Gema sholawat dan lantunan doa membumbung tinggi di langit Bumi Delta. Ribuan jamaah memadati halaman parkir Mal Pelayanan Publik (MPP) Lingkar Timur pada Selasa malam (10/2/2026) dalam gelaran Sidoarjo Bersholawat dan Tabligh Akbar.
Acara besar ini diselenggarakan sebagai puncak peringatan Hari Jadi ke-167 Kabupaten Sidoarjo (Harjasda). Meski sempat diguyur hujan sejak sore hari, semangat para “Garangan” (sebutan jamaah Gus Iqdam) dan warga Sidoarjo tidak surut untuk mendengarkan tausiyah dari pendiri Majelis Sabilu Taubah tersebut.
Kehadiran Gus Iqdam dinilai sebagai anugerah tersendiri bagi hari jadi Sidoarjo tahun ini. Staf Ahli Bupati, Mochammad Hudori, yang hadir mewakili Bupati Sidoarjo H. Subandi, menyebut kehadiran pendakwah asal Blitar itu sebagai kado yang luar biasa.
“Kehadiran panjenengan Gus Iqdam di tengah-tengah peringatan Harjasda ke-167 adalah kado yang luar biasa bagi kami dan seluruh masyarakat Sidoarjo,” ujar Hudori saat memberikan sambutan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, peringatan usia ke-167 bukan sekadar perayaan seremonial. Kegiatan religi ini dimaknai sebagai upaya spiritual atau ikhtiar mengetuk pintu langit.
Beberapa poin utama yang disampaikan dalam momentum tersebut antara lain:
- Keseimbangan Pembangunan: Sidoarjo diharapkan tidak hanya maju secara fisik (infrastruktur dan flyover), tetapi juga memiliki masyarakat yang harmonis (adem).
- Momentum Ngaji Diri: Menjadikan hari jadi sebagai ajang refleksi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
- Inklusivitas: Mengadopsi filosofi Gus Iqdam yang merangkul semua kalangan tanpa memandang latar belakang.
“Kita berharap Sidoarjo tidak hanya megah gedungnya, tapi berkah daerahnya dan adem rakyatnya,” tambah Hudori.
Pemerintah daerah juga memohon doa agar para pemimpin di Sidoarjo senantiasa diberikan kekuatan, kejujuran, dan kesabaran dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin dinamis. Harapan besarnya adalah mewujudkan Sidoarjo sebagai daerah yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghofur.
Acara ditutup dengan penuh hangat melalui sebuah pantun yang merepresentasikan identitas lokal Sidoarjo:
“Ikan bandeng asli Sidoarjo, dimasak presto enak rasanya. Bersama Gus Iqdam kita berdoa, Sidoarjo semakin jaya dan mulia.”







