Solusiindonesia.com — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi menginstruksikan PT Nestlé Indonesia untuk menghentikan sementara distribusi dan impor produk susu formula bayi tertentu. Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan konsumen menyusul adanya peringatan keamanan pangan global terkait potensi cemaran bakteri pada bahan baku produk tersebut.
Dilaporkan CNA, Kepala BPOM Taruna Ikrar, mengungkapkan bahwa kebijakan ini dipicu oleh notifikasi dari European Union Rapid Alert System for Food and Feed (RASFF) dan The International Food Safety Authorities Network (INFOSAN). Peringatan tersebut menyoroti adanya potensi cemaran toksin cereulide pada bahan baku minyak asam arakidonat yang digunakan di pabrik Nestlé Suisse SA, Konolfingen, Swiss.
Berdasarkan penelusuran BPOM, terdapat dua bets produk yang telah masuk ke pasar Indonesia dan kini wajib ditarik dari peredaran:
- S-26 Promil Gold pHPro 1 (Nomor Bets: 51530017C2)
- S-26 Promil Gold pHPro 1 (Nomor Bets: 51540017A1)
Hasil Uji Lab dan Kondisi Terkini
Meskipun ada perintah penarikan, Taruna Ikrar menegaskan bahwa hasil pengujian laboratorium terhadap sampel dari kedua bets tersebut menunjukkan hasil negatif.
“Toksin cereulide tidak terdeteksi dengan batas kuantitas di bawah 0,20 mikrogram per kilogram,” jelas Taruna dalam keterangan resminya, Rabu (14/12026).
Hingga saat ini, BPOM juga mengonfirmasi belum ada laporan kasus keracunan atau gangguan kesehatan pada bayi di Indonesia akibat mengonsumsi produk tersebut.
Mengapa Toksin Cereulide Berbahaya?
Langkah preventif ini diambil karena bayi merupakan kelompok usia yang sangat rentan. Toksin cereulide dihasilkan oleh bakteri Bacillus cereus dan memiliki karakteristik yang berbahaya:
- Tahan Panas: Tidak mati meski diseduh dengan air mendidih atau dimasak.
- Gejala muncul dalam 30 menit hingga 6 jam setelah konsumsi.
- Gejala Klinis: Muntah hebat, diare, dan kelesuan yang tidak wajar pada bayi.
Panduan bagi Orang Tua dan Konsumen
PT Nestlé Indonesia telah memulai proses penarikan sukarela di bawah supervisi ketat BPOM. Bagi orang tua yang memiliki stok produk dengan nomor bets di atas, berikut langkah yang harus diambil:
- Segera hentikan penggunaan produk tersebut.
- Kembalikan produk ke toko tempat pembelian semula.
- Hubungi Layanan Konsumen Nestlé untuk prosedur penukaran atau pengembalian dana (refund).
BPOM memastikan bahwa produk Nestlé lainnya, termasuk S-26 Promil Gold pHPro 1 dengan nomor bets berbeda, tetap aman untuk dikonsumsi. Otoritas akan terus melakukan pengawasan pre-market dan post-market guna menjamin standar keamanan pangan nasional tetap terjaga.







