Solusiindonesia.com — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah tegas terhadap puluhan perusahaan baja asal China yang beroperasi di Indonesia. Sebanyak 40 perusahaan terdeteksi melakukan pelanggaran berat berupa praktik pengemplangan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
Fokus Utama: Sidak Dua Perusahaan Besar
Purbaya mengonfirmasi akan segera mendatangi langsung lokasi perusahaan-perusahaan bermasalah tersebut dalam waktu dekat. Fokus utama akan tertuju pada dua perusahaan baja skala besar yang masuk dalam daftar hitam.
“Sehari dua hari ini saya akan ke sana,” ujar Purbaya saat ditemui di Gedung DPR RI, Senin (19/1/2026). Rencananya, kunjungan mendadak atau sidak tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa atau Rabu pekan ini.
Pelanggaran Pajak dan Modus “Beli KTP“
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, seluruh perusahaan yang terdeteksi melanggar merupakan perusahaan modal asing asal China. Purbaya mengungkapkan adanya indikasi manipulasi data yang sistematis, termasuk dugaan pemalsuan jumlah karyawan.
Beberapa modus operandi yang ditemukan antara lain:
- Pengemplangan PPN: Perusahaan tidak menyetorkan kewajiban pajak atas transaksi barang kena pajak.
- Praktik “Beli KTP”: Penggunaan identitas warga lokal secara ilegal untuk memanipulasi laporan ketenagakerjaan dan menghindari kewajiban pajak.
“Nama-namanya mungkin mereka beli KTP, tapi dia tidak bayar PPN. Tadinya mau digerebek, tapi nanti kita lihat dengan saat yang tepat,” tegas Purbaya di kantor Kemenkeu beberapa waktu lalu.
Dugaan Keterlibatan “Orang Dalam”
Menteri Keuangan juga menyoroti keanehan di balik operasional 40 perusahaan ilegal tersebut. Menurutnya, mustahil perusahaan baja berskala besar bisa beroperasi tanpa terdeteksi oleh sistem pengawasan jika tidak ada bantuan dari pihak internal.
Purbaya secara terang-terangan mencurigai adanya oknum di lingkungan Kementerian Keuangan yang melakukan pembiaran atau terlibat dalam aktivitas ilegal ini.
“Harusnya kalau perusahaan besar kan gampang melihatnya. Berarti orang saya ada yang terlibat, nanti kita lihat ya,” pungkasnya.








