Solusiindonesia.com — Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dijadwalkan menghadiri rangkaian acara Zayed Award for Human Fraternity (ZAHF) 2026 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Kunjungan kenegaraan ini tidak hanya menjadi simbol diplomasi internasional, tetapi juga memperkuat peran Megawati di kancah persaudaraan kemanusiaan global.
Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, mengonfirmasi bahwa Megawati akan didampingi oleh putranya, M. Prananda Prabowo, yang juga menjabat sebagai Ketua DPP PDIP. Tim pendahulu yang dipimpin oleh Ahmad Basarah, Andi Widjayanto, dan Zuhairi Misrawi dilaporkan telah berada di lokasi untuk mempersiapkan penyambutan.
Selain menghadiri Annual Ceremony dan Gala Dinner, Megawati membawa misi khusus dalam forum International Human Fraternity Majlis. Di sana, Presiden ke-5 RI ini akan menjadi pembicara kunci mengenai urgensi kepemimpinan perempuan di era modern.
Megawati akan berbagi panggung dengan sejumlah tokoh perempuan dunia, di antaranya:
- Nehmat Aoun (Ibu Negara Lebanon)
- Aseefa Bhutto Zardari (Ibu Negara Pakistan)
- Veronica Alcocer Garcia (Ibu Negara Kolombia)
Salah satu agenda yang paling dinantikan adalah pertemuan bilateral antara Megawati dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan.
Pertemuan ini menandai keberlanjutan hubungan baik antara kedua tokoh, mengingat mereka juga sempat bertemu secara langsung pada tahun 2025. Diplomasi ini diharapkan mampu mempererat hubungan budaya dan kemanusiaan antara Indonesia dan UEA.
Ketua DPP Bidang Luar Negeri PDIP, Ahmad Basarah, mengingatkan kembali peran signifikan Megawati pada edisi 2024. Saat itu, Megawati bertindak sebagai juri dan berhasil meyakinkan Dewan Juri di Vatikan mengenai kontribusi nyata organisasi Islam asal Indonesia.
“Ibu Megawati mampu meyakinkan para dewan juri bahwa NU dan Muhammadiyah layak menjadi pemenang karena peran mereka dalam menjaga kerukunan dan kemanusiaan,” ujar Basarah.
Zayed Award for Human Fraternity sendiri merupakan penghargaan yang lahir dari momentum bersejarah penandatanganan Dokumen Persaudaraan Manusia oleh Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar Ahmed Al-Tayeb pada 2019 silam.








