Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Nasional

SOS Industri Nasional: Stop Impor! Atau Kami Gulung Tikar?

×

SOS Industri Nasional: Stop Impor! Atau Kami Gulung Tikar?

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty / foto: tangkapan layar

Solusiindonesia.com — Sejumlah pelaku industri dalam negeri dari berbagai sektor mendorong pemerintah untuk membatasi impor produk asing. Langkah tersebut dinilai penting guna memperkuat daya saing dan ketahanan industri nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, mengungkapkan bahwa aspirasi tersebut muncul dari hasil dialog antara DPR dan sejumlah perwakilan industri. Menurutnya, sebagian besar sektor industri di Indonesia sebenarnya sudah memiliki kapasitas produksi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.

“Banyak industri kita sebenarnya sudah mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri. Namun, banjir produk impor membuat posisi mereka sulit berkembang,” ujar Evita usai rapat dengan Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (12/11/2025). Sesuai yang dilansir oleh Antaranews

Meski demikian, Evita mengakui masih ada beberapa sektor yang belum mampu memenuhi permintaan nasional sepenuhnya. Untuk kondisi seperti itu, pemerintah dinilai tetap perlu membuka peluang bagi produk impor agar pasokan tetap terjaga.

Ia menambahkan, pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan industri, ekspor, dan impor agar arah pembangunan ekonomi nasional semakin berpihak pada pelaku industri dalam negeri.

“Kita ingin industri kita bangkit. Presiden juga menekankan pentingnya kedaulatan dan ketahanan nasional, termasuk di sektor industry” ucapnya.

Selain pembatasan impor, pelaku industri juga berharap adanya insentif dan kemudahan perizinan dari pemerintah. Dukungan tersebut dianggap penting untuk menyeimbangkan persaingan dengan produk luar negeri yang kerap mendapat sokongan kuat dari pemerintah asalnya.

“Industri dalam negeri berharap dukungan yang sama, baik berupa insentif fiskal maupun kemudahan regulasi” kata Evita.

Image Slide 1