Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Pendidikan

UIN Malang Bangun Edupark Ar-Rahim di Kampus 3, Raih Rekor MURI dan Pesan Mendalam Menag

×

UIN Malang Bangun Edupark Ar-Rahim di Kampus 3, Raih Rekor MURI dan Pesan Mendalam Menag

Sebarkan artikel ini
Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. Foto: Istimewa

Solusiindonesia.com — Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang resmi memulai pembangunan proyek ambisius Edupark Kawasan Ar-Rahim. Seremoni ground breaking yang berlangsung di Kampus 3 Kota Batu pada Minggu (8/2/2026) ini menjadi tonggak sejarah baru, ditandai dengan penyerahan sertifikat Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk arsitektur bangunan berlafaz yang ikonik.

Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, hadir langsung untuk menyerahkan penghargaan MURI sekaligus memberikan arahan strategis bagi pengembangan kampus hijau tersebut.

Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, menjelaskan bahwa Edupark Ar-Rahim bukan sekadar proyek fisik. Kawasan ini dirancang sebagai ruang edukatif yang memadukan nilai akademik dengan kedalaman spiritual.

Setiap gedung dalam kawasan ini memiliki desain berbentuk lafaz yang sarat makna filosofis. Menurut Prof. Ilfi, gedung-gedung tersebut akan berfungsi sebagai:

  • Pusat kegiatan edukasi mahasiswa.
  • Ikon arsitektur Islam modern.
  • Sarana penunjang kenyamanan belajar yang mengintegrasikan alam dan religi.

Dalam orasi ilmiahnya, Menag Nasaruddin Umar memberikan apresiasi tinggi terhadap kemajuan pesat UIN Maliki Malang. Namun, ia mengingatkan bahwa kemegahan fisik hanyalah langkah awal.

“Membangun itu relatif mudah. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana kita merawat dan menjaga kualitasnya di masa depan,” tegas tokoh kelahiran Bone tersebut.

Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antara kampus dengan lingkungan sosial sekitarnya. Baginya, kampus yang ideal adalah kampus yang mampu menghadirkan “keberkahan langit dan bumi” melalui pengabdian masyarakat yang nyata.

Menag optimis bahwa dengan jumlah populasi Muslim yang besar dan stabilitas ekonomi yang terjaga, Indonesia—termasuk UIN Malang—memiliki modal kuat untuk menjadi pusat kajian Islam internasional.

Ia berharap UIN Maliki Malang tidak sekadar mencetak sarjana intelektual, tetapi juga cendekiawan yang memiliki kedalaman hati.

“Mahasiswa, rektor, dan seluruh jajaran harus berani berijtihad. Siapa pun yang berani berijtihad di jalan yang benar, maka ia akan menjadi central point yang mulia,” pungkas Prof. Nasaruddin Umar menutup sambutannya.

Pembangunan Edupark Ar-Rahim mempertegas posisi UIN Maliki Malang sebagai institusi yang memprioritaskan fasilitas pendidikan berbasis kebermanfaatan sosial. Kehadiran kawasan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem belajar yang inspiratif bagi seluruh sivitas akademika dan masyarakat luas.

Image Slide 1