Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Peristiwa

Sampaikan Permohonan Maaf, Bahar bin Smith Sebut Kasus Penganiayaan Anggota Banser Sebagai Pelajaran Berharga

×

Sampaikan Permohonan Maaf, Bahar bin Smith Sebut Kasus Penganiayaan Anggota Banser Sebagai Pelajaran Berharga

Sebarkan artikel ini
Bahar Bin Smith. Foto: Instagram

Solusiindonesia.com — Pendakwah Bahar bin Smith resmi menyampaikan permohonan maaf terbuka terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap anggota Banser bernama Rida. Insiden yang terjadi di kawasan Cipondoh, Tangerang tersebut kini disebutnya sebagai refleksi dan pelajaran penting bagi semua pihak.

Pernyataan tersebut dirilis melalui sebuah rekaman video yang diterima awak media pada Rabu (11/2/2026). Dalam video itu, Bahar tampak didampingi oleh beberapa rekannya, yakni Haji Arif, Haji Edi, dan Pak Dwi.

Selain meminta maaf secara personal kepada korban, Bahar bin Smith juga melayangkan permohonan maaf kepada organisasi GP Ansor, khususnya cabang Tangerang, Banten, tempat korban bernaung.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menimpa saudara kita, Pak Rida. Kejadian ini menjadi pelajaran untuk kita semua agar bersama-sama menjaga ukhuwah Islamiyah,” ujar Bahar dalam rekaman tersebut.

Ia menekankan pentingnya mempererat ikatan persaudaraan, baik dalam bingkai keagamaan maupun kebangsaan. Bahar berharap konflik ini tidak memutus tali silaturahmi antar-anak bangsa.

“Semoga ke depan kita semua semakin dilekatkan dalam ikatan persaudaraan dalam keislaman, keimanan, dan kebangsaan,” tambahnya.

Menjelang bulan Ramadan, Bahar juga menyampaikan harapannya agar perselisihan ini dapat tuntas sehingga semua pihak bisa memasuki bulan suci dalam keadaan suci dan saling memaafkan. Ia mendoakan agar persatuan sesama anak bangsa tetap terjaga demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Berikut adalah pernyataan lengkap Bahar Smith :

“Saudara-saudaraku, sebagaimana kita ketahui dengan adanya kejadian beberapa waktu yang lalu, saya bersama dengan Haji Arif, Haji Edi dan Pak Dwi, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menimpa kepada saudara kita Pak Rida.

Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada Keluarga Besar GP Ansor, khususnya keluarga kami di GP Anshor Tangerang, Banten. Kejadian ini menjadi pelajaran untuk kita semua untuk bersama-sama menjaga ukhuwah Islamiyah.

Semoga ke depan kita semua semakin dilekatkan dalam ikatan persaudaraan dalam keislaman, keimanan dan kebangsaan yang selalu menjunjung nilai-nilai ukhuwah Islamiyah.

Saya mendoakan agar kita semua selalu diberikan oleh Allah SWT kekuatan, agar Allah SWT berikan kepada kita semua ke depan kekuatan agar kita bisa bersama sama menjaga ukhuwah Islamiyah, menjaga nilai-nilai Islam dan menjaga persatuan sesama anak bangsa, demi membangun ke depan sama-sama Indonesia yang kita cintai, untuk bangsa dan untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita sebelum kita masuk bulan Ramadan, dan jika kita masuk bulan Ramadan dalam keadaan mulia, dalam keadaan suci dan diampuni segala dosa-dosa kita oleh Allah SWT. Amin YRA.

Sebagai informasi, kasus ini bermula dari insiden saat peringatan Maulid Nabi di Cipondoh pada September 2025 silam. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, Polres Metro Tangerang Kota menetapkan Bahar bin Smith sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya.

Penetapan status tersangka tersebut didasarkan pada laporan dugaan kekerasan fisik terhadap anggota Banser berinisial R. Dengan adanya video permohonan maaf ini, publik kini menunggu bagaimana kelanjutan proses hukum serta langkah rekonsiliasi formal antara pihak Bahar Smith dan keluarga besar GP Ansor.