Solusiindonesia.com — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mempercepat penyaluran bantuan sosial bagi warga rentan menjelang Hari Raya Idul Fitri, Bupati Sidoarjo, H. Subandi, menyerahkan bantuan kursi roda dan meninjau langsung program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah Kecamatan Wonoayu dan Kecamatan Tarik pada Selasa (17/2/2026).
Langkah ini diambil untuk memastikan warga penyandang disabilitas dan pemilik rumah tidak layak huni mendapatkan fasilitas yang memadai sebelum momentum lebaran tiba.
Dalam kunjungan yang didampingi Dinas Sosial, Baznas Sidoarjo, dan jajaran Forkopimka, Bupati menyerahkan kursi roda kepada tiga warga di Kecamatan Wonoayu yang memiliki keterbatasan fisik yaitu Achmad Kandek (60), warga Desa Sawocangkring (Saraf kejepit). M. Khoiril Arifin (65), warga Desa Sawocangkring (Stroke). Dan Jumali (55), warga Desa Wonokalang (Stroke).
H. Subandi menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah daerah bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Saya berharap kursi roda ini dapat bermanfaat dan membantu aktivitas sehari-hari serta agar nanti bisa digunakan untuk lebaran ke sanak saudara dan tetangga kanan kiri. Selain kursi roda, mereka juga telah memperoleh layanan BPJS Kesehatan,” ujar Subandi.
Bupati menambahkan bahwa pemantauan terhadap warga yang membutuhkan alat bantu seperti kaki palsu dan kursi roda akan terus dilakukan secara konsisten melalui kolaborasi lintas instansi.
“Mugi-mugi paringi sabar, panjenengan sedaya paring cobaan nggih (Semoga diberikan kesabaran, Anda semua sedang diberikan cobaan),” ucapnya saat memberi motivasi kepada para penerima.
Selain bantuan alat kesehatan, H. Subandi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tiga titik lokasi RTLH di Kecamatan Tarik, yakni kediaman Mardiyah (Desa Kemuning), Ripin (Desa Gampingrowo), dan Kusno (Desa Sebani).
Fokus utama peninjauan berada di rumah Bapak Ripin, yang kondisi tembok dan atapnya masih berbahan bambu serta belum memiliki sanitas yang layak. Bupati menginstruksikan Baznas untuk segera melakukan eksekusi pembangunan.
“Saya telah koordinasi dengan Baznas untuk segera memperbaiki rumah bapak Ripin sebelum Hari Raya Idulfitri yang sangat membutuhkan pembangunan tembok dan atap yang masih dari bambu serta pembangunan kamar mandi yang layak bagi keluarga,” pungkasnya.
Program ini diharapkan tidak hanya memperbaiki fisik hunian, tetapi juga menumbuhkan semangat baru bagi keluarga penerima manfaat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.







