Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Meski Tensi Memanas, AS Pastikan Perundingan dengan Iran Tetap Berlanjut Pekan Ini

×

Meski Tensi Memanas, AS Pastikan Perundingan dengan Iran Tetap Berlanjut Pekan Ini

Sebarkan artikel ini
Pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei. Foto: Instagram

Solusiindonesia.com — Pemerintah Amerika Serikat menegaskan bahwa agenda diplomasi dengan Iran tidak akan surut meski baru saja terjadi insiden militer di Laut Arab. Gedung Putih memastikan bahwa pertemuan tingkat tinggi antara kedua negara tetap dijadwalkan berlangsung pekan ini.

Kepastian ini muncul di tengah ketegangan menyusul aksi jet tempur siluman AS yang menembak jatuh sebuah drone milik Teheran. Pesawat nirawak tersebut dilaporkan terbang mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln sebelum akhirnya dilumpuhkan.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa koordinasi terus dilakukan untuk menjaga jadwal pertemuan tetap berjalan sesuai rencana. Pernyataan ini sekaligus meredam spekulasi mengenai pembatalan dialog pasca-insiden di perairan internasional tersebut.

“Saya baru saja berkomunikasi dengan Utusan Khusus Steve Witkoff, dan hingga saat ini perundingan masih sesuai jadwal,” ujar Leavitt kepada awak media, Selasa (3/2) waktu setempat.

Leavitt menekankan bahwa Presiden Donald Trump tetap memprioritaskan jalur persuasif dalam menyelesaikan kemelut di Timur Tengah, namun dengan catatan tegas mengenai timbal balik dari pihak lawan.

“Presiden Trump selalu ingin mengutamakan diplomasi terlebih dahulu, tetapi jelas dibutuhkan kerja sama dari kedua belah pihak,” tambah Leavitt.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sosok kunci dalam dialog ini adalah Steve Witkoff, Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah sekaligus negosiator konflik global pilihan Trump.

Waktu Pertemuan dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 6 Februari 2026 dengan lokasi Awal Istanbul, Turki, menjadi pilihan utama sebagai mediator netral. Namun perkembangan Terbaru laporan dari Reuters menyebutkan pihak Iran mengajukan permintaan mendadak untuk memindahkan lokasi perundingan ke Oman.

Hingga saat ini, Washington belum memberikan tanggapan resmi terkait permintaan perpindahan lokasi tersebut. Oman sendiri dikenal memiliki sejarah panjang sebagai jembatan diplomatik “pintu belakang” antara Barat dan Teheran.

Langkah AS untuk tetap maju ke meja perundingan menunjukkan upaya de-eskalasi yang kuat di tengah ancaman konflik terbuka. Keberhasilan dialog di Istanbul (atau Oman) nanti akan menjadi indikator krusial bagi stabilitas keamanan di jalur perdagangan laut dunia, khususnya di wilayah Laut Arab yang kini kian membara.

Image Slide 1