Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Nasional

Prabowo Perintahkan Reformasi Total Pasar Modal, Sikat Habis ‘Saham Gorengan’

×

Prabowo Perintahkan Reformasi Total Pasar Modal, Sikat Habis ‘Saham Gorengan’

Sebarkan artikel ini
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Foto: Tangkapan Layar Youtube

Solusiindonesia — Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan langkah tegas untuk memulihkan integritas pasar modal menyusul anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah menegaskan tidak akan memberi ruang bagi praktik manipulasi “saham gorengan” yang merusak kepercayaan investor global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa Presiden menuntut percepatan reformasi struktural di Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah ini diambil setelah munculnya peringatan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait transparansi pasar saham tanah air.

Dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Sabtu (31/1/2026) malam, Airlangga memaparkan beberapa poin krusial yang menjadi arahan langsung Presiden Prabowo:

  • Penaikan Free Float: Standar saham yang dilepas ke publik akan dinaikkan menjadi minimal 15% guna menyamai standar global. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas dan transparansi bursa.
  • Demutualisasi Bursa: Percepatan perubahan struktur bursa agar sejajar dengan bursa modern internasional.
  • Pengetatan Beneficial Ownership: Pemerintah akan memperketat pengawasan terhadap pemilik manfaat akhir dan afiliasi penggunaan saham untuk mencegah penyalahgunaan identitas.

“Pemerintah tidak mentolerir praktik manipulatif share pricing atau saham gorengan yang merugikan investor dan merusak kredibilitas sistem keuangan nasional,” tegas Airlangga.

Airlangga menekankan bahwa manipulasi pasar bukan sekadar masalah naik-turunnya harga, melainkan ancaman terhadap arus Foreign Direct Investment (FDI). Kepercayaan investor asing sangat krusial untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan penciptaan lapangan kerja di Indonesia.

Pemerintah memastikan tidak akan segan mengambil jalur hukum bagi para pelanggar aturan bursa maupun Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK). Aparat penegak hukum telah dikerahkan untuk melakukan tindakan tegas.

Brigjen Ade Safri Simanjuntak, Dirtipideksus Bareskrim Polri, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah mendalami unsur pidana dalam fenomena anjloknya IHSG. Saat ini, beberapa kasus dugaan manipulasi saham sudah masuk dalam tahap penyidikan, termasuk:

  • Kasus yang melibatkan Direktur PT Multi Makmur Lemindo, Junaedi.
  • Kasus eks pejabat Divisi Penilaian Perusahaan PT BEI, Mugi Bayu.

Langkah preventif dan represif ini diharapkan mampu mengembalikan stabilitas pasar modal Indonesia di mata dunia.