Solusiindonesia.com — Kejaksaan Agung Republik Indonesia atau Kejagung tetapkan Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa dan PT Orbit Terminal Merak (OTM) Riza Cholid sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi PT Pertamina.
Riza Cholid ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi PT Pertamina atas keterlibatannya mengintervensi kebijakan Pertamina secara melawan hukum bersama tersangka Hanung Budya, Alfian Nasution, dan Gading Ramadhan Joedo.
Hal itu disampaikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI Abdul Qohar dijakarta, “Mereka melakukan intervensi kebijakan tata kelola Pertamina berupa memasukkan rencana kerja sama penyewaan terminal BBM Merak yang pada saat itu PT Pertamina belum memerlukan penambahan penyimpanan stok BBM,” jelas Qohar.
Dengan demikian maka ada 18 tersangka yang telah dirilis oleh Kejagung dan nama Riza Cholid tercantum dalam daftar tersangka tersebut.
Berikut daftar 18 tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola PT Pertamina subholding periode 2019-3023 :
Dirut Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan,
Direktur Optimasi Feedstock & Produk PT Kilang Pertamina Internasional Sani Dinar Saifuddin,
Direktur PT Pertamina International Shipping Yoki Firnandi,
Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa sekaligus anak Riza Chalid, Muhammad Kerry Andrianto Riza,
VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina International Agus Purwono,
Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur PT Orbit Terminal Merak Gading Ramadhan Joedo,
Komisaris PT Navigator Khatulistiwa dan Komisaris PT Jenggala Maritim Dimas Werhaspati,
Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga Maya Kusmaya,
VP Trading Operation PT Pertamina Patra Niaga Edward Corne,
Vice President Supply dan Distribusi Kantor Pusat PT Pertamina tahun 2011–2015 sekaligus Direktur Utama PT PPN 2021-2023 Alfian Nasution,
Direktur Pemasaran & Niaga PT Pertamina Tahun 2014 Hanung Budya,
SVP Integreted Suplly Chain 2017-2018 sekaligus Direktur Utama PT Industri Baterai Indonesia Toto Nugroho,
VP Crude & Product Trading ISC Kantor Pusat PT Pertamina Persero 2019–2020 Dwi Sudarsono,
Direktur Gas, Pertochemical & New Business PT Pertamina International Shipping Arif Sukmara,
Mantan SVP Integreted Supply Chain 2018-2020 Hasto Wibowo,
Business Development Manager PT Trafigura Pte. Ltd 2019- 2021 dan Senior Manager PT Trafigura 2021 Martin Haendra Nata,
Business Development Manager PT Mahameru Kencana Abadi Indra Putra,
Beneficial Owner PT Tangki Merak dan PT Orbit Terminal Merak Mohammad Riza Chalid.
Namun demikian, meski sebagai tersangka Riza Cholid dikabarkan saat ini sedang berada di Luar Negeri yakni Atas kabar tersebut, Kejagung menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah mencekal diri Riza Cholid sebelum penetapan tersangka, namun ternyata ia sudah berada di luar negeri jauh sebelum pencekalan terjadi.
“Muhammad Riza Chalid ini sudah tiga kali dipanggil tidak hadir. Berdasar informasi yang bersangkutan tidak tinggal di dalam negeri,” ungkap Qohar saat jumpa pers di Gedung Jampidsus Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, Kamis (10/7/2025) malam.
Lebih lanjut Qohar menyampaikan langkah-langkah untuk bisa menghadirkan Riza Cholid ke Indonesia melalui kordinasi secara intensif dengan perwakilan Kejagung di LN.
“Kami sudah ambil langkah-langkah karena infonya ada di sana. Sudah kami tempuh untuk bagaimana kita temukan dan datangkan yang bersangkutan,” katanya
Sementara itu, mantan menkopolhukam Mahfud MD berikan apresiasi terhadap kinerja Kejaksaan Agung telah mentersangkakan 9 orang tambahan dalam kasus dugaan korupsi Pertamina.
Dalam cuitannya di aplikasi X, Mahfud MD menyampaikan, kalau hari ini masih ada yang nyinyir terhadap kinerja Kejagung sebagai pencitraan, Mahfud mengatakan itu tidak masalah.
“Bravo untuk Kejaksaan Agung yang telah menetapkan 9 tersangka baru untuk kasus tata kelola minyak mentah PT Pertamina. Jaksa Agung memenuhi janjinya. Ada yg msh nyinyir, bilang bahwa “kejaksaan agung melakukan pencitraan”. Menurut saya tak apa-apa. Memang semua institusi dan pejabat harus melakukan pencitraan. Yakni bekerja dgn baik dan penuh integritas agar citra diri dan lembaganya menjadi baik dan kredibel,” ungkap Mahfud MD dikutip X Jumat, (11/07/2025). (*)







